Kolaborasi Pengabdian Masyarakat UNUD-UKI “Peran Media Mainstream dalam Menggiring Opini Publik”
FISIP Unud menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berkolaborasi dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI) bertempat di SMKN 2 Sukawati Gianyar, Jumat (1/11/2024) pagi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan guna menumbuhkan jiwa kreatif dan ketelitian Gen Z dalam menyaring informasi yang mereka peroleh dari media massa.
Kegiatan pengabdian ini menghadirkan tiga pembicara hebat, yakni Bapak Arthuur Jeverson, yang merupakan salah satu dosen dari Universitas Kristen Indonesia; Kak Diah Desvi, tim kreatif Dharma Negara Alaya, sekaligus dosen Ilmu Komunikasi di LSPR Bali; serta Bapak Bagus Surya, yang merupakan dosen Hubungan Internasional di lingkungan Universitas Udayana.
Media massa memiliki peran penting dalam menyajikan informasi dan hiburan, membentuk opini publik, dan mendorong partisipasi masyarakat. Opini publik adalah sesuatu yang dianggap benar oleh kebanyakan masyarakat. “Jadi, tidak mungkin beritanya hoax kalau sudah ada di koran ataupun media berita lainnya, karena sudah melalui tahap-tahapan verifikasi berita,” kata Kak Diah di Gianyar, Jumat (1/11/2024).
“Namun, tetap harus teliti dalam membagikan apapun; cari faktanya dulu, tanyakan kepada teman atau orang tua apakah berita itu benar atau tidak, sebab apa yang kita lihat akan mempengaruhi apa yang kita sampaikan nantinya,” lanjut dia.
Kita meninggalkan adat istiadat, serta melepaskan kebiasaan sopan yang sudah kita jalani, karena takut ketinggalan dan fomo dengan apa yang orang lain lakukan. Oleh karena itu, “poleslah sesuatu yang benar dengan fundamental yang benar lalu sebarkan,” kata pak Arthuur di Gianyar, Jumat (1/11/2024). “Hal yang paling penting untuk mengetahui bagaimana media mainstream mampu menggiring opini kita adalah dengan mengetahui sejarahnya”, lanjut beliau.
Era sekarang ini tidak hanya media mainstream yang bisa kita akses, karena bentuknya kini tidak hanya cetak, tetapi juga tersedia dalam versi digital, meskipun jarang diakses oleh kebanyakan masyarakat terutama Gen Z.
“Orang-orang akan lebih beralih ke media alternative,” kata pak Surya di Gianyar, Jumat (1/11/2024). “Bingung ketika kita bilang media mainstream adalah media yang menjadi acuan tapi sekarang menjadi acuan adalah media sosial,” sambung beliau.
Walaupun tidak semua informasi yang kita terima valid, ada cara yang bisa kita gunakan untuk mengetahui apakah informasi tersebut benar atau tidak, yaitu dengan melakukan literasi membaca dan mencari tahu fakta atau kebenarannya. Oleh karena itu, penting bagi
masyarakat untuk belajar berpikir kritis, meningkatkan pengetahuan melalui membaca, dan membangun rasa percaya diri atau self confidence.


.jpg)
UNIVERSITAS UDAYANA